Kaitannya rokok dengan narkoba
Menurut saya rokok memiliki perbedaan yang
sedikit dibanding dengan persamaannya,bedanya rokok dengan narkoba hanya pada
bentuknya,cara penjualannya,pandangan setiap orang,dan sedikit efek yang telah
terjadi apabila telah memakainya.
|
Perbedaan
Rokok dan Narkoba
|
Rokok
|
Narkoba
|
|
Bentuk
|
Silinder
|
Serbuk,berupa pil,cairan
|
|
Penggunaan
|
Hanya dengan cara di bakar ujungnya,di hirup asapnya
oleh mulut
|
Ada yang di hisap,di suntikkan,
|
|
Pandangan Setiap Orang
|
Masih di perbolehkan
|
Jelas haram,dan sangat dilarang.
|
|
Cara Penjualan
|
Secara Bebas
|
Dilarang (sembunyi-sembunyi)
|
Dilihat dari berbagai macam
kandungan rokok,banyak orang yang mengatakan bahwa rokok juga dapat diartikan
sama dengan narkoba,karena rokok dapat membuat si perokok ketagihan dan
membuatnya menjadi pecandu.Salah satu kandungan yang dapat dikatakan rokok
merupakan narkoba yaitu nikotin. Nikotin yang merupakan salah satu
komponen dari rokok merupakan zat psikotropika stimulan. Jadi sesungguhnya
rokok itu adalah narkoba juga.
Oleh karena itu, rokok pun memiliki sifat-sifat
utama layaknya narkoba lain yaitu habituasi, adiksi dan toleransi. Habituasi
adalah suatu perasaan rindu, terus menerus melintas di pikiran untuk menggunaan
zat, sehingga seseorang akan terus berkeinginan menggunakan zat tersebut saat
berkumpul dengan sesama teman pemakai. Sedangkan adiksi merupakan dorongan
kompulsif untuk menggunakan suatu zat diserta tanda-tanda ketergantungan.
Ketergantungan itu sendiri dapat berupa ketergantungan
psikis (psychological dependence) maupun ketergantungan fisiologis (physiological
dependence). Ketergantungan psikis merupakan kompulsi penggunaan zat untuk
memenuhi kebutuhan psikologis, seperti untuk menghadapi stress. Sedangkan
ketergantungan fisiologis berarti proses perubahan fungsional tubuh sedemikian
rupa dikarenakan paparan rutin terhadap zat.
Toleransi adalah contoh bentuk ketergantungan
fisiologis, yaitu seiring bertambahnya waktu penggunaan maka pemakaian zat
berikutnya diperlukan dosis yang lebih besar dari sebelumnya untuk mencapai
efek kenikmatan yang sama. Toleransi inilah yang akan membuat seorang perokok,
dan pemakai narkoba lainnya, terus menambah jumlah batang rokok yang dihisapnya
dari waktu ke waktu.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda