Jumat, 13 Desember 2013

Kaitannya rokok dengan narkoba


 Menurut saya rokok memiliki perbedaan yang sedikit dibanding dengan persamaannya,bedanya rokok dengan narkoba hanya pada bentuknya,cara penjualannya,pandangan setiap orang,dan sedikit efek yang telah terjadi apabila telah  memakainya.

Perbedaan Rokok dan Narkoba
Rokok
Narkoba
Bentuk
Silinder
Serbuk,berupa pil,cairan
Penggunaan
Hanya dengan cara di bakar ujungnya,di hirup asapnya oleh mulut
Ada yang di hisap,di suntikkan,
Pandangan Setiap Orang
Masih di perbolehkan
Jelas haram,dan sangat dilarang.
Cara Penjualan
Secara Bebas
Dilarang (sembunyi-sembunyi)


Dilihat dari berbagai macam kandungan rokok,banyak orang yang mengatakan bahwa rokok juga dapat diartikan sama dengan narkoba,karena rokok dapat membuat si perokok ketagihan dan membuatnya menjadi pecandu.Salah satu kandungan yang dapat dikatakan rokok merupakan narkoba yaitu nikotin. Nikotin yang merupakan salah satu komponen dari rokok merupakan zat psikotropika stimulan. Jadi sesungguhnya rokok itu adalah narkoba juga.

 Oleh karena itu, rokok pun memiliki sifat-sifat utama layaknya narkoba lain yaitu habituasi, adiksi dan toleransi. Habituasi adalah suatu perasaan rindu, terus menerus melintas di pikiran untuk menggunaan zat, sehingga seseorang akan terus berkeinginan menggunakan zat tersebut saat berkumpul dengan sesama teman pemakai. Sedangkan adiksi merupakan dorongan kompulsif untuk menggunakan suatu zat diserta tanda-tanda ketergantungan. 
Ketergantungan itu sendiri dapat berupa ketergantungan psikis (psychological dependence) maupun ketergantungan fisiologis (physiological dependence). Ketergantungan psikis merupakan kompulsi penggunaan zat untuk memenuhi kebutuhan psikologis, seperti untuk menghadapi stress. Sedangkan ketergantungan fisiologis berarti proses perubahan fungsional tubuh sedemikian rupa dikarenakan paparan rutin terhadap zat. 

Toleransi adalah contoh bentuk ketergantungan fisiologis, yaitu seiring bertambahnya waktu penggunaan maka pemakaian zat berikutnya diperlukan dosis yang lebih besar dari sebelumnya untuk mencapai efek kenikmatan yang sama. Toleransi inilah yang akan membuat seorang perokok, dan pemakai narkoba lainnya, terus menambah jumlah batang rokok yang dihisapnya dari waktu ke waktu.


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda